Kamis, 14 Februari 2013

Raihan

Posted by Unknown 23.42

Raihan

Raihan (meaning "Fragrance of Heaven" in Arabic) is a Malaysian nasheed group originally composed of five members that took Malaysia by storm with the release of their debut album Puji-Pujian in October 1996. The group's original lineup comprised Nazrey Johani, Che Amran Idris, Abu Bakar Md Yatim, Amran Ibrahim, and Azhari Ahmad as the leader. Produced by Farihin Abdul Fattah, Puji-Pujian grossed sales of more than 750,000 units in Malaysia alone, with 200,000 units sold within the first two months after its launch, and 3,500,000 units have been sold worldwide, which makes them the most successful Malaysian artist in terms of album sales.
However, on 29 August 2001, one of the founding members, Azhari Ahmad, died of a myocardial infarction (heart attack) shortly after attending the Era Awards ceremony in Genting Highlands, Pahang.
The remaining four members, Nazrey Johani, Che Amran Idris, Abu Bakar Md Yatim and Amran Ibrahim, have continued releasing album after album. So far, Raihan has released a total of 11 albums and has won many awards in Malaysia. To date, Raihan has won AIM Anugerah Kembara three times for their extensive international tours.
Nazrey Johani resigned from Raihan and was replaced by Nordin Jaafar. However, in early January 2007, Nordin Jaafar himself resigned from Raihan. He was replaced by Zulfadli Bin Mustaza.

Personal Achievements

International performances

In 1997, they were invited by Queen Elizabeth II to perform at Commonwealth Heads of Government Meeting in Edinburgh where they also received an honorary letter from Prince Charles for their performance in Commonwealth in Concert. Following that year, they were given the chance to meet the Queen themselves during her visit to Malaysia in 1998 for the 1998 Commonwealth Games in Kuala Lumpur. The group had recorded 2 songs ( Seal of The Prophet and God Is The Light) with Yusuf Islam in their second album Syukur.

Platinum status

Raihan is one of the most successful artists in Malaysia, where their debut album, Puji-Pujian is the highest selling album in Malaysia with a total sale of 3,500,000 units thus gaining 12 times Platinum status and Double Platinum in Singapore. Their albums were also well received by the neighbouring country, Indonesia where their fourth album, Koleksi Nasyid Terbaik was sold more than 200,000 units and their tenth album, Bacalah was sold more than 70,000 units in Indonesian market.

World tour

Raihan is the third Malaysian artists to perform at the Royal Albert Hall after Siti Nurhaliza and late Sudirman Arshad and the first artist to perform for the second time in 2008 for Evening of Inspiration for Islamic Relief UK where they also have launched their twelfth album, Selawat for the celebration of Mawlid in the very same hall.[7][8] In 2004, they had a large tour in France covering seven cities : Bordeaux, Marseille, Nantes, Strasbourg, Lille, Lyon and Paris. They also had done a road tour in United Kingdom in cities like Glasgow, Edinburgh, Manchester, Birmingham, Cardiff, Bristol and Wembley. On July 16, 2005, they have been invited to perform at Paramount Wonderland in Toronto to entertain Muslims visitors. So far they have performed : Australia, Canada, China, France, Great Britain, Hong Kong, Indonesia, Ireland, Kuwait, Russia, Singapore, Saudi Arabia, South Africa, Thailand, Trinidad & Tobago and United States. By the year 2005, they have done concerts in Indonesia for more than ten times, Thailand for six times, United Kingdom for four times and South Africa for three times.

International Tours

  • Singapore Indoor Stadium (Debut Live Concert)
  • Commonwealth Conference in Edinburgh (1997)
  • Royal Albert Hall London, Manchester, Glasgow, Birmingham and Bristol (UK)
  • Cape Town, Durban and Johannesburg (South Africa)
  • Brunei Darussalam
  • Moscow, Saratov and Mahachkala, Russia
  • Trinidad & Tobago, South America
  • Toronto, Canada
  • Aceh, Medan, Padang, Palembang, Riau, Batam, Bandung, Jakarta, Solo, Jogjakarta, Surabaya, Balikpapan, Gorontalo, Fakfak, Irianjaya, Indonesia
  • Bangkok, Patani, Narathiwat, Yala, Satun, Thailand
  • Kuwait City
  • Dubai, Abu Dhabi, UAE.
  • Damascus, Syria
  • Algiers, Constantine, Algeria
  • Hong Kong
  • Paris, Bordeux, Marseille, Nantes, Lille, Strasbourgh, France
  • Perth, Brisbane, Melbourne, Sydney, Australia

Awards

Anugerah Industri Muzik Malaysia (Music Industry Awards)
  • Best New Group (1998)
  • Best Nasyid Album (Puji-Pujian) (1998)
  • Best Album (Puji-Pujian) (1998)
  • Kembara (Explorer) Award (1998)
  • Best Duo/Group Vocal Performance In An Album (Syukur) (1999)
  • Best Nasyid Album (Syukur) (1999)
  • Best Duo/Group Vocal Performance In An Album (Senyum) (2000)
  • Best Nasyid Album (Senyum) (2000)
  • Kembara (Explorer) Award (2001)
  • Best Duo/Group Vocal Performance In An Album (Demi Masa) (2002)
  • Best Nasyid Album (Gema Alam) (2004)
  • Best Duo/Group Vocal Performance In An Album (Allahu) (2005)
  • Best Nasyid Album (Allahu) (2005)
  • Best Nasyid Album (Ameen) (2006)
  • Kembara (Explorer) Award (2006)
  • Best Nasyid Album (Tawakkal) (2007)
  • Best Nasyid Song 2009
  • Malaysia 's best selling album ever (PUJI-PUJIAN – 1.5Mil units) and total album sales of 3.5 million units (to date);
  • Starred in Malaysia 's first movie with a totally Islamic theme, SYUKUR 21;
  • Won many local industry music awards for a variety of achievements including Best Album, Best Vocals, Album Of The Year and Most Travelled Artistes, travelled all six continents;
  • Accorded the Malaysian Book Of Records' Fastest Selling Album (Jan 1997)
  • Awarded the Mahabbah award in Dubai (2006)
  • Defined the Contemporary Nasyeed music genre, becoming the trendsetters and inspiring many local and international nasyeed acts
  • Being the preferred benchmark for nasyeed repertoire and performances
  • Appointed Peace Ambassadors representing Malaysia by the Prime Minister Department (2006);
  • Launching the annual RAIHAN World Tours (2006) and most significant of all (but seldom mentioned) - inspiring millions of lives to constantly become better Muslims.
  • Listed in 50 faces of Malaysia 2008
  • Listed The 500 Most Influential Muslim In The World 2008, 2009, 2010

Opick

Posted by Unknown 23.36

Opick

Opick.jpg

 

Aunur Rofiq Lil Firdaus atau lebih dikenal dengan nama Opick (lahir di Jember, Jawa Timur, 16 Maret 1974; umur 38 tahun) merupakan seorang pencipta lagu dan penyanyi religius beretnis Jawa berkebangsaan Indonesia.
Album pertamanya ialah Istighfar dirilis tahun 2005. Sebulan pertama setelah dirilis, album ini mampu mencetak dobel platinum dengan penjualan lebih dari 300 ribu kopi. Dalam album tersebut, Opick memasukkan lagunya yang berjudul "Tombo Ati" ke dalam album solonya. Sebelumnya, Opick memasukkan lagu itu ke dalam album kompilasi "Tausiyah Dzikir dan Nasyid". Album "Istighfar" sukses di pasaran, hingga menembus lebih dari 800 ribu kopi dan mendapat penghargaan lima platinum sekaligus. Karena aktivitasnya dalam lagu Islami, Opick dinobatkan sebagai duta grup musik Islami Nasyid oleh lembaga ANN (lembaga nasyid nusantara).
Tahun 2006 pria yang mengaku pernah menyanyikan memiliki band yang membawakan lagu-lagu rock itu merilis album keduanya berjudul "Semesta Bertasbih" (2006). Dalam album tersebut terdapat sepuluh lagu, diantaranya Taqwa, Irhamna, akdir, Teranglah Hati, 25 Nabi, Semesta Bertasbih, Bismillah, Satu Rindu, Buka Mata Buka Hati dan Ya Rasul. Sebagai lagu hit dalam album tersebut adalah Takdir yang dinyanyikannya bersama Melly Goeslaw. Selain dengan Melly, Opick juga berduet dengan Wafiq Azizah, remaja yang berprestasi sebagai qoriah cilik internasional terbaik dalam lagu "Yaa Rasul". Ada pula kolaborasi Opick dengan grup nasyid Pandawa Lima di lagu "Teranglah Hati". Bulan Agustus 2006, tak lama setelah meluncurkan album kedua, Opick mengeluarkan buku berjudul ", OpickOase Spiritual Dalam Senandung".

Filmografi

Diskografi

Iklan

Buku

  • Opick, Oase Spiritual Dalam Senandung (2006)

Ahmad Dhani

Posted by Unknown 22.37

Ahmad Dhani

 

Ahmad Dhani Prasetyo (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 26 Mei 1972; umur 40 tahun) atau yang lebih dikenal dengan Ahmad Dhani adalah seorang musisi rock dan pengusaha berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan pendiri dan pemimpin grup musik Dewa 19 yang merupakan salah satu band paling sukses sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an. Ia juga telah mencetak beragam karya yang berhasil mengorbitkan banyak penyanyi dan grup musik. Dhani juga merupakan pendiri dan pimpinan dari Republik Cinta Management. Dhani dikenal sebagai tokoh yang kontroversial dan sering memancing pro dan kontra. Ia juga dikenal sebagai musisi dengan eksperimentasi musik dan lirik puitis yang mengutip kata-kata mutiara dari pujangga terkenal. Majalah MTV Trax edisi perdana tahun 2002 menobatkan Dhani sebagai salah satu "25 Musisi/Grup Paling Berpengaruh dalam Musik Indonesia."Majalah Rolling Stone juga menempatkannya ke dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa."

Perjalanan Karier

Dewa 19

Bakat musik Dhani mulai bergejolak saat duduk di bangku SMPN 6 Surabaya. Dhani bersama 3 orang sahabatnya Andra Junaidi, Erwin Prasetya, dan Wawan Juniarso, kemudian mendirikan grup band DEWA pada tahun 1986. Dhani bertindak pada vokal dan keyboard. Saking tergilanya pada musik, tak jarang Dhani bolos sekolah untuk sekedar berkumpul bersama teman-temannya di DEWA untuk sekedar memainkan alat musik di rumah Wawan di kawasan komplek Universitas Airlangga. Dhani semula yang menteng di jalur rock, kemudian mencoba jalur musik jazz yang kemudian diikuti perubahan nama Dewa menjadi Downbeat. Bersama Downbeat, Dhani sempat menjuarai Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA '90 atau juara II Djarum Super Fiesta Musik. Namun akhirnya Dhani kembali ke jalur rock dan mengibarkan bendera DEWA 19 dengan tambahan Ari Lasso.
Karena tidak ada studio yang memadai di Surabaya, pada tahun 1991 Ahmad Dhani hijrah ke Jakarta untuk mencari perusahaan rekaman yang akan melabeli Dewa 19. Dengan modal seadanya, Dhani menginjak rimba ibukota, gentayangan dari satu perusahaan rekaman ke perusahaan rekaman lain menggunakan bus kota. Setelah sempat ditolak sejumlah label, akhirnya dhani dilirik oleh Jan Djuhana dari Team Records. Usaha Dhani tidak sia-sia, album perdana Dewa 19 (1992) sukses besar dengan melejitnya sejumlah hits seperti ”Kangen” dan ”Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi”. Album ini tercatat sebagai album terlaris 1993 dan Dewa dianugerahi sebagai pendatang baru terbaik. Sukses Dewa 19 berlanjut di album-album berikutnya. Hingga saat ini tak kurang dari sebelas album yang telah dirilis Dhani bersama Dewa, yaitu Dewa 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), Pandawa Lima (1997), The Best Of Dewa 19 (1999), Bintang Lima (2000), Cintailah Cinta (2002), Atas Nama Cinta I & II (2004), Laskar Cinta (2004), Republik Cinta (2006), dan Kerajaan Cinta (2007). Meski telah beberapa kali mengalami pergantian personel, sampai saat ini Dewa 19 masih tetap eksis di blantika musik Indonesia.

Karier lain

Selain aktif di Dewa 19, Dhani juga sibuk dengan kegiatan lain. Pada tahun 1999, ia sempat melahirkan Ahmad Band, yang sempat dikenal dengan tembang ”Bidadari di Kesunyian” dan ”Aku Cinta Kau Dan Dia”. Selain itu Dhani juga menjadi memproduseri artis lain selain Dewa 19. Pada tahun 1997, Dhani berhasil mengorbitkan penyanyi R&B Reza Artamevia dengan memproduseri dua albumnya, Keajaiban (1997) dan Keabadian (2000). Sejak saat itu, ia mulai sering memproduseri artis lain dan melahirkan bakat-bakat baru dalam dunia musik. Penyanyi pop Krisdayanti juga mengajak Dhani untuk terlibat dalam pembuatan album solonya yang berjudul Mencintaimu (2000).[3] Dhani juga berhasil mengubah Denada dari penyanyi rap menjadi penyanyi R&B saat menggarap album ketiganya bertajuk Awal Baru (2000).[4] Dhani kemudian berhasil menemukan Tere dan memproduseri album pertamanya Awal Yang Indah (2002).[5] Ia juga membimbing istrinya Maia saat membentuk dan membesarkan duo Ratu. Pada tahun 2003, Dhani menjadi salah satu produser di album dewasa pertama Agnes Monica berjudul And the Story Goes (2003), sekaligus berduet di lagu "Cinta Mati".[6]

The Rock

Bermula dari perekaman album solonya di Australia, Dhani bertemu dengan 3 anggota band Hospital The Musical, yaitu Clancy Alexander Tucker, Zachary Haidee-Keene, Michael Bennett di Studio 301, Sydney - Australia. Dari pertemuan itu munculah ide untuk berkolaborasi dalam sebuah grup musik. Dhani yang memiliki niat untuk go international menerima ajakan tersebut dan terbentuklah The Rock yang mana Hospital The Musical tidak bubar dan Dhani juga tidak meninggalkan Dewa 19. Pada Agustus 2007, lahirlah album pertama The Rock dengan tajuk Master Mister Ahmad Dhani I yang mencetak single ”Munajat Cinta”.
Hospital The Musical pernah mengikuti tour Marlboro Kretek di Indonesia, pada bulan Agustus-September 2007. Saat itu mereka menggunakan nama Fire Shark, bersama vokalis Mark Williams

T.R.I.A.D

Di Tahun Ini Dhani betemu personel 5 anggota yaitu Cameria Happy Pramita (Gitar,Backing Vocal),Ices (Bass) ,Tharaz Bistara (Gitar),Ikmal Tobing (Drummer) dan Terakhir Wahyu Sudiro (Gitar) pada LAUNCHING ALBUM TRIAD The Rock Cafe Jakarta 19 Feb 2010 sudah merilis album dengan hits single nya "Makhluk Tuhan Paling Sexy" milik penyanyi Mulan Jameela hits single kedua berjudul "Mustapha" milik Grup Band Barat Queen dan terakhir 2010 hits ketiga berjudul "Selir Hati"

Jazz

Salah satu musik kegemaran Si Jenggot (panggilan akrab Dhani) adalah musik Jazz. Dia berkerja sama dengan Tim Oram, musisi Jazz di Sydney. Bersama Tim dia berkolaborasi dengan musisi-musisi jazz di Australia. Terdapat 4 lagu Jazz di album The Rock, dan April 2009, dia merilis album 100% Jazz dengan judul The Best Is Yet To Come.

Kehidupan Pribadi

Dhani menikah dengan Maia Estianty pada tahun 1994, setelah sekian lama menjalin cinta sejak Dhani masih di SMA Negeri 2 Surabaya. Dari pernikahan mereka, keduanya memiliki 3 anak. Dhani menamai anak-anaknya sesuai tokoh sufi yang dikaguminya, yakni Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani. Sejak akhir 2006, Dhani dan istrinya terlibat skandal 'tuduh menuduh' yang berujung pada gugatan cerai yang diajukan oleh Maia Estianty. Rumah tangga mereka resmi berakhir pada 23 September 2008 melalui keputusan hakim di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube